Prodi Manajemen Pendidikan Kristen FKIPK IAKN Palangka Raya , melaksanakan kuliah umum di GSG Institut Agama Kristen Negeri (IAKN)

Palangka Raya Kamis tanggal 27 April 2023, Kuliah Umum bertemakan “Manajemen Kurikulum dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah”, dengan menghadirkan Narasumber yang berkompeten dibidang Pendidikan yaitu  Koordinator Pengawas SMA/SMK Dinas Provinsi Kalimantan Tengah I Wayan Sarman, M.Pd

Kegiatan terlaksana yang dipandu oleh MC  Yolantya Widyasari ini dengan diawali menyanyikan Lagu Indonesia Raya Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Doa yang dipimpin oleh Wakil Dekan II FKIPK, 

Evi Mariani, S.Fil., MA dan Sebagai Moderator yang mendampingi Narasumber adalah Sekretaris LP2M, Riwuwulan, ST., M.Pd.

Dalam kegiatan ini tampak hadir Wakil Rektor I, Dr. Sanasintani, S.Th., M.Pd beserta dosen lainnya dan sejumlah mahasiswa dibawah FKIPK terutama mahasiswa Prodi MPK dan Prodi PAK yang semester 6 yang masa persiapan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan, Dekan FKIPK, Prasetiawati, M.Th mengatakan bahwa Lima prodi dalam FKIPK, satu diantaranya sudah terakreditasi baik sekali.

“Kami berharap prodi yang baru ini yaitu MPK akan mendapatkan Akreditasi yg lebih baik, karena dalam waktu dekat akan di akreditasi. Semoga mahasiswa prodi mpk lulusan pertama ini mendapatkan akreditasi lebih baik, Kami juga mengundang mahasiswa PAK yg akan melaksanakan PPL dalam waktu dekat sebagai persiapan menuju lapangan praktek mengajar,  Supaya mereka mempersiapkan diri dengan maksimal “, ungkapnya 

“Masih sedikit lembaga pendidikan yang menerapkan sistem merdeka’belajar disekolah, hal ini sangat penting dan kita berharap kuliah umum ini dapat membekali mahasiswa kita ini nantinya dalam mengajar di sekolah”, tambahnya.

Dalam pemaparannya, I Wayan Sarman menjelaskan Lima fokus pembelajaran dalam kesempatan ini ketika di kelas dijelaskannya yaitu:

1. Merancang Kurikulum mereka mengacu pembelajaran paradigma baru

2. Kurikulum merdeka program sekolah penggerak dan sekolah mandiri belajar

3. Praktik merumuskan tujuan pembelajaran mengacu capaian pembelajaran sesuai tema/aspek/elemen

4. Merancang Asesmen formatif dan sumatif

5. Merancang pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

 

4 aspek paradigma baru dalam pembelajaran yaitu

1. Guru sebagai fasilitator yang menginspirasi dalam pembelajaran dengan lebih banyak memberikan kesempatan siswa belajar mandiri dan bertanggung jawab atas proses belajarnya bukan sebagai penyampai informasi atau pengetahuan

2. Belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan sebagai kewajiban atau tugas

3. Pendekatan berpusat pada siswa dan berbasis kebutuhan individu, performa dan minat siswa, sesuai kelompok dengan pemahaman sama mengacu hasil asesmen awal

4. Pembelajaran memanfaatkan teknologi dengan penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi menambah inspirasi pendekatan yang customized.

 

Hal-hal menarik lainnya juga dijelaskan oleh I Wayan termasuk dalam menanggapi dan menjelaskan berbagai hal dalam merdeka belajar dalam sesi tanya jawab dengan peserta menjelang kegiatan selesai.