Palangka Raya – Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya bekerja sama dengan Forum Pemuda Dayak (Fordayak) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Tradisi Budaya Dayak dalam Dinamika Urban: Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Seni”, pada Senin, pukul 09.00 WIB s.d selesai di Gedung Serbaguna IAKN Palangka Raya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Bambang Irawan, S.St.Pi., Ketua Umum DPP Fordayak sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, dan Dandy Nugraha, M.Sn, tenaga pendidik yang juga pemerhati seni dan budaya. Sesi diskusi dipandu oleh Nova Lady Simanjuntak, M.Pd. sebagai moderator.
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars IAKN Palangka Raya, dan Hymne IAKN Palangka Raya, yang diikuti dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Kilat Kasanang, yang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan menjadikannya sebagai sarana pembelajaran serta refleksi budaya.
Sebagai bagian penting dari kegiatan, dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAKN Palangka Raya dan Fordayak, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan seluruh fakultas hingga pada tingkat Program Studi. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan komunitas kebudayaan Dayak dalam pengembangan seni, pendidikan, dan pelestarian tradisi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAKN Palangka Raya, Telhalia, M.Th., D.Th., diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Lembaga, dan Kerjasama, Dr. Prasetiawati, M.Th., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Dr. Prasetiawati menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan pihak Fordayak atas kolaborasi yang terjalin, serta menekankan pentingnya semangat pelestarian budaya di tengah arus modernisasi dan efisiensi anggaran.
“Kami sangat berterima kasih kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi wawasan dan inspirasi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas budaya tetap bisa terwujud, bahkan di tengah efisiensi anggaran yang sedang kita jalani,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh peserta agar aktif dalam kegiatan ini, baik sebagai pendengar, penanya, maupun pemberi masukan.
“Jangan lewatkan kesempatan berharga ini. Mari dengarkan dengan saksama, dan jangan ragu untuk bertanya atau memberikan tanggapan. Di depan kita ada para narasumber yang bukan hanya pegiat seni, tetapi juga wakil rakyat dan pendidik yang paham akan dinamika sosial budaya kita,” ajaknya.
Dr. Prasetiawati juga memberikan pesan reflektif mengenai pentingnya kecintaan terhadap seni dan budaya Dayak sebagai identitas dan warisan luhur.
“Saya berharap seluruh peserta makin mengenal dan mencintai seni budaya Dayak. Tradisi ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri masyarakat Dayak. Semoga melalui kuliah umum ini, kita dapat terus menumbuhkan rasa bangga dan berkomitmen untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya lokal kepada generasi berikutnya,” pesannya.

Setelah pembukaan, para narasumber memaparkan materi yang kaya akan wawasan mengenai tantangan dan peluang pelestarian budaya Dayak di era urbanisasi. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta, mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal melalui inovasi dan kolaborasi seni.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi IAKN Palangka Raya dan Fordayak untuk terus memperkuat sinergi antara akademisi dan komunitas budaya dalam memperkaya khazanah seni dan budaya Kalimantan Tengah yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Dayak.
Humas 20/10/2025
🖌️🖥️Flo 📷🗞️ Edw
