Palangka Raya — Program Studi Psikologi Kristen Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISK) IAKN Palangka Raya melaksanakan kegiatan Psychocamp 2025 di Manasa Argowisata pada Sabtu 6-7 Desember 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk membangun karakter, kepekaan sosial, dan kemampuan bekerja sama melalui aktivitas lapangan dan dinamika kelompok.
Psychocamp menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan mahasiswa Psikologi Kristen, karena menghadirkan pengalaman langsung yang memadukan teori psikologi dengan praktik kehidupan nyata. Para peserta diajak untuk lebih mengenal diri, memahami orang lain, serta mengembangkan empati dan kepedulian sebagai calon pelayan masyarakat.
Dalam laporannya, Frenky Christian selaku Ketua Panitia HIMA Psikologi Kristen, menyampaikan bahwa kegiatan ini disusun dengan tujuan membentuk mahasiswa yang tangguh dan berkarakter.
“Psychocamp bukan sekadar kegiatan luar ruang, tetapi sebuah proses pembelajaran yang mengajak kita untuk mengenal diri, bekerja sama, dan saling menguatkan,” ujarnya. Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pulang nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan integritas setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Wakil Dekan II, Pribadyo Prakosa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan pengembangan diri seperti psychocamp bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang psikologi Kristen. “Pengalaman lapangan seperti ini membentuk karakter dan daya juang. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar memahami dinamika diri dan kelompok,” katanya. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan momentum ini sebagai proses pendewasaan.
Wakil Rektor I, Prasetiawati, sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembelajaran paling berharga kerap ditemukan di luar kelas.
“Psychocamp memberikan ruang untuk mengasah karakter, kepemimpinan, dan empati. Inilah bekal penting bagi mahasiswa Psikologi Kristen sebagai calon pemimpin yang melayani,” ungkapnya. Ia mengapresiasi kolaborasi panitia, dosen, dan mahasiswa yang sukses menyelenggarakan kegiatan ini.
Koordinator Prodi Psikologi Kristen, Kukuh Pribadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya Psychocamp 2025.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa Psikologi Kristen. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa belajar memahami diri, mengelola emosi, serta membangun kepedulian. Ini bagian dari proses pembentukan karakter yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Harapannya, kedepan mahasiswa untuk terus mengembangkan kualitas diri, bukan hanya untuk keberhasilan akademik, tetapi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menantikan kehadiran tenaga psikologi yang empatik, profesional, dan berintegritas.
Humas 7/12/2025
🖌🖥Flo📷Kukuh🗞Edw

