Memasuki hari kedua, kegiatan bimbingan teknis semakin diperdalam dengan menitikberatkan pada aspek tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, serta strategi praktis pengisian instrumen akreditasi. Pada sesi ini, narasumber Arizal, S.I.Pust., M.I.Kom. memaparkan secara komprehensif langkah-langkah teknis sekaligus strategi dokumentasi yang sistematis agar setiap indikator penilaian dapat terjawab secara jelas, terukur, dan sesuai dengan standar akreditasi yang ditetapkan.
Melalui pendekatan yang memadukan teori dan praktik, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh panduan langsung dalam menyusun dokumen pendukung yang rapi, mudah diaudit, serta dapat dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi internal. Diskusi interaktif dan simulasi pengisian instrumen menjadi ruang belajar bersama untuk mengidentifikasi kekuatan sekaligus area yang masih perlu dibenahi.
Lebih dari sekadar kegiatan teknis pengisian formulir, bimbingan teknis ini menjadi momentum refleksi dan perbaikan sistemik bagi pengelola perpustakaan. Upaya pembenahan koleksi, penguatan fasilitas, penataan layanan, hingga pengelolaan sumber daya manusia secara terencana dipandang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan perpustakaan kampus yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
UPT Perpustakaan IAKN Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung visi dan misi institusi. Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan proses akreditasi tidak hanya menjadi pemenuhan indikator administratif, tetapi benar-benar mencerminkan kualitas layanan sesungguhnya—sebuah perpustakaan yang hadir sebagai pusat pembelajaran, riset, dan pengembangan akademik bagi seluruh civitas akademika.
Humas 23/12/2025
🖌🖥Flo📷🗞Edw

