Palangka Raya – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya kembali melaksanakan ibadah kampus yang berlangsung di Gedung Serbaguna pada pukul 08.00 WIB. Ibadah tersebut dilayani oleh tim Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan mengangkat tema “Dipanggil dan Dimampukan”, yang diambil dari ayat rujukan Yeremia 1:4–10.
Firman Tuhan dalam ibadah tersebut dibawakan oleh Rindi Juniari Saputra, mahasiswa Program Studi Teologi. Dalam renungan khotbahnya, Rindi mengingatkan seluruh civitas akademika untuk senantiasa percaya kepada Tuhan dalam setiap keadaan kehidupan.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan manusia tidak menjadi penghalang bagi Tuhan untuk bekerja melalui hidup setiap orang.
“Percayalah Allah bekerja dalam setiap keterbatasan dan kelemahan kita manusia, untuk menjadi alat terbaik memberitakan kasih-Nya yang besar itu,” ujar Rindi dalam khotbahnya.
Ibadah berlangsung dengan penuh sukacita dan semakin semarak dengan persembahan pujian dari tim BEM IAKN Palangka Raya yang memimpin jemaat dalam suasana penyembahan yang khidmat.
Meskipun jumlah jemaat yang hadir tidak sebanyak biasanya, ibadah tetap berlangsung dengan penuh semangat. Hal ini dikarenakan adanya pembagian jadwal perkuliahan yang menerapkan sistem Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) bagi civitas akademika.
Pada akhir ibadah, Wakil Rektor I IAKN Palangka Raya, Prasetiawati, menyampaikan beberapa informasi penting kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, khususnya terkait penerapan sistem kerja dan perkuliahan berbasis WFO dan WFA yang sedang diberlakukan di lingkungan kampus.
Melalui ibadah kampus ini, diharapkan seluruh civitas akademika IAKN Palangka Raya semakin dikuatkan dalam iman serta menyadari bahwa setiap orang dipanggil dan dimampukan oleh Tuhan untuk melayani, bahkan di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

