IAKN Palangka Raya dan GKT Palangka Raya Ikuti IDMC Leadership Summit 2026, Bahas Transisi Kepemimpinan Antar Generasi

Palangka Raya, 25 April 2026 — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya bersama Gereja Kristus Tuhan (GKT) Palangka Raya turut ambil bagian dalam kegiatan IDMC Leadership Summit 2026 yang diselenggarakan secara serentak di berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Manado, Bandung, Bali, hingga Pematang Siantar.

Kegiatan tahunan yang digagas oleh Discipleship Movement Community (DMC) ini mengangkat tema “Mempersiapkan Transisi Kepemimpinan dengan Melakukan Pemuridan Antar Generasi” (Preparing for Leadership Transition and Cultivating Intergenerational Discipleship). Tema tersebut menyoroti pentingnya kesinambungan kepemimpinan lintas generasi dalam organisasi maupun pelayanan gereja.

Summit ini dilatarbelakangi oleh fenomena di mana banyak kepemimpinan mampu berkembang pesat dalam satu generasi, namun mengalami kesulitan dalam mempertahankan keberlanjutan di generasi berikutnya. Oleh karena itu, proses transisi kepemimpinan dinilai sama pentingnya dengan membangun dan mengembangkan organisasi serta pelayanan gereja.

Hadir sebagai narasumber utama, Rev. Randy Pope, Founding Pastor of Perimeter Church di Johns Creek, Georgia, Amerika Serikat, serta Rev. Tonny Yeo, pendeta senior Covenant Evangelical Free Church of Singapore dan Evangelical Free Church All Asia. Keduanya membagikan wawasan strategis terkait kepemimpinan dan pemuridan lintas generasi.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 24–25 April 2026, melalui siaran langsung YouTube livestreaming, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, pimpinan kampus, serta para pelayan gereja.

Selama pelatihan, peserta diajak memahami dan mengimplementasikan paradigma situational leadership dari Ken Blanchard yang menekankan empat tahapan penting dalam kepemimpinan, yaitu:

Mengarahkan (Directing)

Melatih (Coaching)

Mendukung (Supporting)

Mengutus (Delegating)

Pendekatan ini dinilai krusial dalam memastikan keberhasilan proses transisi kepemimpinan. Kegagalan dalam mempersiapkan pemimpin masa depan seringkali terjadi ketika tahapan-tahapan tersebut tidak dijalankan secara optimal.

Para peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif, serta mendorong komitmen untuk terus terlibat secara berkelanjutan dalam proses mempersiapkan transisi kepemimpinan dan pemuridan antar generasi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pelayanan gereja dalam mencetak pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu melanjutkan estafet kepemimpinan lintas generasi secara berkelanjutan.