Pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan Program Studi Teologi dan Pastoral Konseling Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen

Kamis, 11 Juni 2026 bertempat di Gedung Serbaguna Palangka Raya dilaksanakan pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan Program Studi Teologi dan Pastoral Konseling FISKK. Yang di hadiri oleh Rektor IAKN Palangka Raya, Prof. Telhalia,M.Th.,D.Th, Kepala Biro AUAK, Dr. Seska Vonny Langitan,M.Si.,M.Th, dan Pengelola FISKK.

Ketua Panitia, Aprianto Wirawan, M.Th, dalam sambutannya mengatakan Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tugas, tanggung jawab, etika pelayanan, kemampuan berkomunikasi, keterampilan konseling pastoral, serta penerapan ilmu teologi dalam konteks pelayanan yang nyata.

Pembekalan ini juga bertujuan mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjadi pelayan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Aprianto Juga mengatakan Mahasiswa yang mengikuti Praktek Pengalaman lapangan ini berjumlah 41 orang, Program Studi Teologi 38 orang dan Program Studi Pastoral Konseling 3 orang.

Dekan FISKK, Dr. Stynie Nova Tumbol, S.Si.Teol.,M.Th dalam sambutannya mengatakan Praktek Pengalaman Lapangan merupakan bagian integral dari proses pendidikan tinggi yang bertujuan menjembatani antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas pelayanan di lapangan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep teologi dan konseling secara akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Melalui kegiatan PPL ini, mahasiswa akan belajar menghadapi berbagai dinamika pelayanan, mendampingi jemaat, memberikan pelayanan pastoral, serta membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, saya berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan kompetensi diri secara maksimal. Jagalah etika, disiplin, sikap profesional, serta nama baik institusi selama menjalankan tugas di lokasi PPL.

Stynie juga mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja yang selama ini membantu Mahasiswa dalam proses pelaksanaan PPL.

Sementara itu Rektor IAKN Palangka Raya, Prof. Telhalia, M.Th.,D.Th dalam sambutannya mengatakan sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi, Praktek Pengalaman Lapangan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan profesional. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa akan belajar memahami kebutuhan masyarakat, tantangan pelayanan gereja, serta dinamika kehidupan yang membutuhkan sentuhan kasih dan pendampingan pastoral.

Sebagai calon pelayan gereja, konselor pastoral, di masa depan, saudara-saudari diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Kristiani dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan. jadikan PPL sebagai sarana pembelajaran, pengabdian, dan penguatan panggilan pelayanan.

Telhalia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pembekalan ini dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan setiap materi yang diberikan, serta melaksanakan praktek dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Kehadiran saudara di tengah masyarakat hendaknya menjadi wujud nyata dari iman yang diwujudkan dalam pelayanan yang membawa damai, pengharapan, dan kasih.

Dengan demikian, PPL bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi pelayanan yang akan berguna bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua Umum Sinode GKE, Dr. Simpon F. Lion, M.Th selaku narasumber menyampaikan materi tentang Menjembatani Iman Kristen dengan Praksis Pelayanan Gereja, Iman Kristen tidak hanya dipahami sebagai keyakinan pribadi kepada Tuhan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pelayanan kepada sesama. Menjembatani iman Kristen dengan praksis pelayanan gereja berarti menghubungkan ajaran dan nilai-nilai Kristiani dengan pelaksanaan pelayanan yang konkret dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Pelayanan gereja merupakan wujud nyata dari panggilan iman untuk melayani, mengasihi, dan menjadi berkat bagi orang lain sebagaimana teladan Yesus Kristus. Oleh karena itu, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai komunitas yang menghadirkan kasih, keadilan, kepedulian sosial, dan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan.

Dalam praksisnya, iman Kristen diwujudkan melalui berbagai bentuk pelayanan, seperti pemberitaan firman Tuhan, pelayanan pastoral, pendidikan Kristen, diakonia, konseling, pemberdayaan masyarakat, serta keterlibatan dalam menjawab berbagai persoalan sosial. Pelayanan yang dilakukan harus didasarkan pada kasih, integritas, kerendahan hati, dan tanggung jawab sebagai bentuk kesaksian iman di tengah dunia.

Dengan demikian, menjembatani iman Kristen dengan praksis pelayanan gereja berarti menghadirkan iman yang hidup dan relevan melalui tindakan nyata yang membawa damai, pengharapan, dan transformasi bagi gereja maupun masyarakat. Iman yang bertumbuh akan menghasilkan pelayanan yang berdampak, sedangkan pelayanan yang setia menjadi bukti nyata dari iman yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.