Pembekalan Praktik Pelayanan Lapangan (PPL) Program Studi Musik Gereja Fakultas Seni Keagamaan Kristen Tahun 2026

Palangka Raya – Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pelayanan Lapangan (PPL) Tahun 2026 pada Senin (29/6/2026), bertempat di Laboratorium Bahasa Lantai 1 IAKN Palangka Raya mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Musik Gereja yang akan melaksanakan Praktik Pelayanan Lapangan (PPL) Tahun 2026. Turut hadir jajaran pimpinan institut, pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen pembimbing PPL, serta sivitas akademika Fakultas Seni Keagamaan Kristen sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa.

Ketua Panitia, Octa Maria Sihombing, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembekalan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan pelayanan secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan gereja sebagai mitra PPL. Beliau menjelaskan bahwa pada tahun ini sebanyak tujuh mahasiswa akan mengikuti Praktik Pelayanan Lapangan yang berlangsung mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Dalam laporannya juga disampaikan bahwa karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, kegiatan pengantaran dan penjemputan mahasiswa ke lokasi PPL tidak dapat dilaksanakan. Meskipun demikian, beliau berharap komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa dengan gereja mitra tetap terjalin dengan baik selama masa pelayanan. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi representasi Program Studi Musik Gereja dengan memperkenalkan program studi kepada jemaat serta menyampaikan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru kepada masyarakat.

Kegiatan pembekalan secara resmi dibuka melalui sambutan dan arahan Rektor IAKN Palangka Raya, Prof. Telhalia, M.Th., D.Th., yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Dekan Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Dr. Berth Penny Pahan, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan permohonan maaf dari Rektor yang berhalangan hadir, sekaligus menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Praktik Pelayanan Lapangan sebagai salah satu mata kuliah wajib yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman pelayanan yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Beliau menegaskan bahwa PPL merupakan wadah bagi mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan bermusik dalam pelayanan gerejawi sekaligus membangun kepercayaan jemaat terhadap kualitas pelayanan Musik Gereja. Selain itu, mahasiswa diingatkan agar memastikan seluruh dokumen kerja sama dengan gereja mitra, baik Perjanjian Kerja Sama (PKS) maupun Implementation Agreement (IA), diproses dengan baik sesuai prosedur yang berlaku.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diharapkan menjaga kondisi fisik, kesehatan mental, serta membangun komunikasi yang baik dengan pihak gereja. Sebelum memulai berbagai program pelayanan, mahasiswa dianjurkan melakukan observasi terhadap kehidupan dan aktivitas jemaat sehingga dapat mengidentifikasi kebutuhan nyata di lokasi PPL dan menyusun program pelayanan yang tepat sasaran.

Sebagai bagian utama dari pembekalan, peserta menerima materi bertema “Komunikasi Mimbar: Integrasi Teologi dan Seni Public Speaking” yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Elisae Sumandie, M.Th., dengan moderator Pransinartha, S.Th., M.A.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa pelayanan di mimbar bukan sekadar kemampuan berbicara atau menampilkan pertunjukan yang menarik. Di tengah perkembangan pelayanan gereja masa kini, banyak pelayan mimbar yang tanpa disadari terjebak pada *syndrome performance*, yaitu lebih berfokus pada penampilan, kemegahan musik, maupun aspek teknis, namun kehilangan esensi utama pelayanan yang menghadirkan perjumpaan jemaat dengan Tuhan.

Beliau mengingatkan bahwa musik yang megah, tata panggung yang baik, maupun penyampaian yang menarik tidak akan bermakna apabila tidak dilandasi oleh kehidupan rohani yang mendalam. Tujuan utama komunikasi mimbar adalah menghadirkan pengalaman penyembahan yang membawa jemaat mengalami kasih dan karya Allah, bukan sekadar menjadi penonton sebuah pertunjukan.

Kepada mahasiswa yang akan melaksanakan PPL, narasumber menegaskan bahwa mereka dipanggil menjadi pelayan yang mengintegrasikan teologi, seni, dan komunikasi secara utuh. Setiap kata, sikap, ekspresi, maupun pelayanan musik yang dilakukan hendaknya mampu membawa jemaat untuk merenungkan firman Tuhan, melihat kondisi hidup mereka, serta mengalami pembaharuan iman. Dengan demikian, pelayanan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan apresiasi terhadap penampilan, tetapi juga menghadirkan transformasi spiritual bagi jemaat.

Kegiatan ditutup dengan sambutan dan arahan Wakil Dekan Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Merilyn, M.Th. Dalam arahannya beliau menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas materi yang telah memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya komunikasi publik dalam pelayanan gereja.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar selalu memperkenalkan identitas institusi secara lengkap ketika berada di gereja mitra, mulai dari nama kampus, fakultas, program studi, hingga tujuan pelaksanaan Praktik Pelayanan Lapangan. Selain itu, mahasiswa diminta mencatat berbagai hal penting selama pembekalan sebagai bekal dalam menjalankan pelayanan.

Menutup arahannya, beliau berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga etika, sopan santun, cara berbicara, serta perilaku selama berada di lingkungan gereja. Sikap yang baik, komunikasi yang santun, dan pelayanan yang penuh tanggung jawab diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai Kristiani sekaligus membawa nama baik IAKN Palangka Raya, Fakultas Seni Keagamaan Kristen, dan Program Studi Musik Gereja di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan seluruh mahasiswa memiliki kesiapan akademik, spiritual, dan profesional dalam melaksanakan Praktik Pelayanan Lapangan sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, membangun hubungan yang harmonis dengan gereja mitra, serta menjadi saksi Kristus melalui talenta musik dan pelayanan yang dimiliki.