Banjarmasin – Sebanyak 14 pengelola jurnal ilmiah IAKN Palangka Raya mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Tata Kelola Jurnal Ilmiah yang diselenggarakan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), pada 2–3 Oktober 2026 di Laboratorium Terpadu ULM.
Keikutsertaan tersebut menjadi langkah IAKN Palangka Raya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas pengelola jurnal, khususnya dalam tata kelola jurnal elektronik, proses editorial, penerbitan ilmiah, serta pemanfaatan teknologi informasi. Pembekalan ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan jurnal agar semakin profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai standar publikasi ilmiah.
Selain pelatihan, peserta juga mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikasi yang meliputi Sertifikat Pengelola Jurnal Elektronik, Sertifikat Penerapan IT pada Jurnal Ilmiah, serta Sertifikat Uji Kompetensi. Pengakuan kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam penguatan sumber daya manusia pengelola jurnal di lingkungan IAKN Palangka Raya.
Peningkatan kapasitas pengelola jurnal tidak hanya berdampak pada internal kelembagaan, tetapi juga kepada dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Tata kelola jurnal yang semakin baik akan mendukung proses publikasi yang lebih berkualitas, memperluas akses terhadap hasil penelitian, serta meningkatkan kontribusi IAKN Palangka Raya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Keikutsertaan 14 pengelola jurnal ini sekaligus memperkuat Rumah Jurnal dan ekosistem publikasi ilmiah IAKN Palangka Raya. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan pada jurnal masing-masing sehingga kualitas artikel, proses editorial, tata kelola, dan reputasi jurnal dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen IAKN Palangka Raya untuk membangun budaya akademik yang bermutu dan menghasilkan publikasi yang memberi manfaat lebih luas. Upaya ini sejalan dengan semangat ASTA Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi kelembagaan, serta menghadirkan perguruan tinggi yang semakin berdampak bagi masyarakat.

