PALANGKA RAYA — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya menggelar Ibadah Kampus mingguan pada Senin, 19 Oktober 2026, berlokasi di Gedung Serba Guna (GSG) IAKN Palangka Raya. Ibadah yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, tenaga pendidik (dosen), tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan IAKN Palangka Raya.
Ibadah kali ini menghadirkan pelayan firman Jonny Meyer, M.Th., yang mengusung tema “Tetap Berbuah di Musim Kering dan Berasap” berdasarkan perikop Alkitab *Yeremia 17:8*.
*Menghadapi Tantangan Zaman dan Musim Kering*
Dalam khotbahnya, Jonny Meyer menekankan kenyataan hidup di era saat ini yang tidak selalu mudah. Berbagai tantangan sering kali datang beruntun, mulai dari kondisi ekonomi yang sulit, kenaikan harga kebutuhan pokok, ketidakpastian pekerjaan, persoalan keluarga, hingga kelelahan fisik dan mental.
Secara khusus, beliau menyoroti kondisi riil masyarakat Kalimantan Tengah yang sedang mengalami fenomena musim kering dan bencana kabut asap. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengganggu kelancaran aktivitas pendidikan, pekerjaan, serta pelayanan gereja dan kampus.
*Dua Pesan Utama Imannya*
Untuk tetap bertahan dan berdampak di tengah tantangan tersebut, Jonny Meyer membagikan dua poin perenungan utama bagi civitas akademika IAKN Palangka Raya:
*1. Tetap Berakar Kuat di Dalam Tuhan*
Mengutip Yeremia 17:8, umat diajak untuk menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang merambatkan akar-akarnya sehingga tidak takut menghadapi panas terik maupun tahun kering, serta daunnya tetap hijau dan tidak berhenti berbuah. Orang yang mengandalkan Tuhan akan memiliki ketahanan iman yang kuat di segala kondisi.
*2. Tetap Bertahan dan Beriman di Tengah Tekanan*
Mengambil teladan dari kisah Paulus dan Silas saat dipenjara di Filipi (Kisah Para Rasul 16:25), pembicara mengingatkan bahwa ketimbang meratap atau menyalahkan keadaan saat menghadapi rasa sakit, ketidakadilan, maupun kungkungan tekanan hidup, sikap orang beriman adalah terus berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Allah. Sikap iman inilah yang menghadirkan kuasa Allah di tengah penderitaan.
Ibadah berlangsung secara khidmat dan diakhiri dengan doa bersama bagi pemulihan kondisi lingkungan, kesehatan civitas akademika, serta kelancaran seluruh proses pendidikan di IAKN Palangka Raya.

