Palangka Raya — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, Himpunan Mahasiswa Psikologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya berkolaborasi dengan mahasiswa lintas perguruan tinggi menggelar kegiatan Cek Kesehatan Mental Gratis pada Minggu, 11 Oktober 2026, bertempat di halaman Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kolaborasi ini melibatkan mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Palangka Raya, Universitas Ekaharap Palangka Raya, serta Himpunan Mahasiswa Psikologi IAKN Palangka Raya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan skrining awal untuk membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan mentalnya. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut juga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi secara gratis dengan dua psikolog profesional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendorong masyarakat agar lebih terbuka dalam mengenali kondisi emosional, mengelola stres, serta mencari bantuan profesional ketika diperlukan. Kesadaran untuk menjaga kesehatan mental merupakan langkah penting dalam membangun kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
Keterlibatan Himpunan Mahasiswa Psikologi IAKN Palangka Raya juga menjadi wujud penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini sekaligus memperkuat kepedulian sosial mahasiswa dan mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kepedulian sosial, serta pengembangan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat. Melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan edukasi dan pelayanan sosial, IAKN Palangka Raya terus mendorong lahirnya generasi yang kompeten, berempati, dan memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan sesama.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Mengenali kondisi diri, berbagi cerita dengan orang tepercaya, dan berkonsultasi dengan tenaga profesional merupakan langkah positif untuk menjaga kesehatan mental.

