PALANGKA RAYA, 31 Agustus 2026 – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya berkolaborasi dengan sejumlah jejaring masyarakat sipil menyalurkan bantuan dana dan logistik untuk merespons krisis kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah.
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Biro AUAK IAKN Palangka Raya, Dr. Seska Vonny Langitan, M.Si., M.Th., bersama perwakilan mahasiswa. Aksi solidaritas ini diterima oleh perwakilan komunitas, di antaranya Aldo dari Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC) dan Agung dari Koalisi Rakat (Respon Asap Karhutla Kalimantan Tengah).
Fokus utama penyaluran bantuan ini ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, serta untuk mendukung kebutuhan operasional relawan di garis depan yang harus berhadapan dengan kondisi kabut asap pekat.
Operasionalkan “Rumah Aman Asap”
Sebagai langkah perlindungan konkret, kolaborasi lintas organisasi ini mengoperasikan Rumah Aman Asap yang berlokasi di Sekretariat JPIC Kalimantan, Jalan Badak XVI No. 5, Bukit Tunggal, Palangka Raya.
Posko ini beroperasi setiap hari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dengan fasilitas pemulihan kualitas udara dan kesehatan darurat, meliputi:
– Air Purifier & Humidifier
– Obat-obatan darurat dan Vitamin
– Masker dan Hand Sanitizer
– Oksigen kaleng (Oxycan)
Advokasi dan Aksi Lanjutan
Di tengah keterbatasan peralatan yang masih menunggu pengiriman dari luar daerah, jejaring masyarakat yang melibatkan JPIC, WALHI, dan elemen sipil lainnya ini terus memaksimalkan fasilitas yang ada.
Selain memberikan pelayanan langsung, para relawan juga mendokumentasikan kondisi rill di lapangan. Dokumentasi ini akan dijadikan basis data untuk memperkuat penggalangan dukungan lanjutan, sekaligus menjadi bahan aspirasi untuk mendorong pemerintah agar lebih tanggap terhadap krisis kesehatan yang menimpa masyarakat terdampak.
“Kita memberikan apa yang kita punya. Harapannya ini berkelanjutan dan kita tetap bekerja sama untuk masyarakat,” ujar salah satu perwakilan relawan.
