Palangka Raya — Suasana khidmat dan penuh penghayatan menyelimuti ibadah Minggu yang dilaksanakan pada 2 Maret 2026 di lingkungan IAKN Palangka Raya. Ibadah kali ini dipercayakan kepada Fakultas FSKK sebagai petugas pelaksana, menghadirkan pelayanan yang tertata dan penuh makna bagi seluruh sivitas akademika.
Firman Tuhan diambil dari Injil Injil Lukas 10:38–42 yang mengisahkan tentang Marta dan Maria. Dua sosok dengan karakter dan keunggulan berbeda, namun sama-sama memiliki peran penting dalam pelayanan. Marta digambarkan sebagai pribadi yang aktif dan sigap melayani, sementara Maria memilih duduk dekat kaki Tuhan untuk mendengarkan dan menyimak setiap perkataan-Nya.
Firman Tuhan dibawakan oleh Ibu Merilyn, M.Th., yang dalam khotbahnya mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna keseimbangan antara kesibukan dan kedalaman spiritual. Ia menekankan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, setiap pribadi dituntut untuk mempersiapkan diri secara utuh—baik secara rohani maupun kompetensi diri.
“Dalam menghadapi kompetisi di berbagai bidang, kita tidak cukup hanya sibuk seperti Marta, tetapi juga perlu memiliki hati yang fokus dan peka seperti Maria. Dunia saat ini menuntut bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan karakter,” pesan beliau dalam khotbahnya.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa dalam dunia pendidikan, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori semata. Nilai akademik dan ijazah memang penting, namun bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Dunia kerja membutuhkan individu yang memiliki keahlian, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh mahasiswa dan dosen yang hadir. Iman yang kuat harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas diri. Seperti Maria yang memilih bagian terbaik dengan mendengarkan Tuhan, demikian pula setiap insan akademik dipanggil untuk membangun fondasi spiritual yang kokoh sebagai dasar dalam mengembangkan kompetensi.
Melalui ibadah ini, FSKK IAKN Palangka Raya kembali mengingatkan bahwa transformasi pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, kesiapan mental, serta keterampilan praktis menghadapi tantangan zaman.
Momentum ibadah Minggu ini menjadi ajakan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bertumbuh: berakar dalam iman, bertumbuh dalam ilmu, dan berbuah dalam karya nyata.
“Iman tanpa kompetensi akan tertinggal, kompetensi tanpa iman akan kehilangan arah.”
Semoga pesan firman Tuhan ini menjadi penguat langkah dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan dan teguh dalam iman.

