Palangka Raya, 3 Agustus 2026 – Sivitas akademika Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya kembali mengikuti Ibadah Awal Pekan pada Senin (3/8/2026). Ibadah yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) ini dilayani oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang rutin dilaksanakan untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai Kristiani di lingkungan kampus.
Firman Tuhan disampaikan oleh Dr. Urbanus, M.Th., dengan mengambil nas Alkitab Galatia 6:1–10 dan mengangkat tema “Menabur dan Menuai”. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa hukum tabur tuai merupakan prinsip kehidupan yang berlaku bagi setiap orang. Setiap tindakan yang dilakukan akan membawa konsekuensi, sehingga setiap individu diajak untuk terus menaburkan benih-benih kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Urbanus menjelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk nyata menabur benih yang baik, di antaranya menolong orang yang melakukan kesalahan dengan kasih, membantu mereka yang sedang menghadapi penderitaan, serta rela berbagi berkat dan segala sesuatu yang dimiliki kepada sesama. Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan tidak pernah sia-sia karena Allah mengetahui setiap perbuatan manusia, dan pada waktunya setiap orang akan menuai sesuai dengan apa yang telah ditaburkannya.
“Apa yang kita tabur hari ini akan menentukan apa yang kita tuai di kemudian hari. Karena itu, marilah kita terus menabur kebaikan, hidup dalam kasih, dan tidak jemu-jemu berbuat baik kepada semua orang,” pesan Dr. Urbanus kepada seluruh peserta ibadah.
Sebagai penutup perenungan, Dr. Urbanus menyampaikan kisah inspiratif “Segelas Susu” yang mengangkat biografi Dr. Howard Kelly, sebagai teladan tentang bagaimana satu tindakan kasih yang tulus dapat membawa dampak besar bagi kehidupan orang lain. Kisah tersebut mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus membangun budaya saling menolong, peduli, dan melayani tanpa mengharapkan balasan.
Pelaksanaan ibadah rutin ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, pembangunan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berakhlak mulia. Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui pembinaan iman menjadi fondasi penting dalam mewujudkan budaya kerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan.
Melalui Ibadah Senin ini, IAKN Palangka Raya terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kokoh dalam pembinaan iman, karakter, dan budaya melayani sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.

