Palangka Raya – Ribuan umat dari berbagai agama di seluruh Indonesia serentak memanjatkan doa untuk kedamaian dan persatuan bangsa pada Kamis (4/9/2025). “Doa Bagi Bangsa” yang dihelat oleh Ditjen Bimas Kristen secara hybrid dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H serta Istighosah Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Di Masjid Istiqlal, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta para tokoh lintas agama hadir dalam peringatan Maulid Nabi bertema “Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri”. Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tausiahnya menekankan bahwa inti semua agama adalah cinta kasih kepada seluruh ciptaan Tuhan, termasuk alam. “Mengayomi, mengasihi, dan merawat adalah esensi yang harus kita terapkan,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Pada saat yang sama, Ditjen Bimas Kristen menggelar ibadah “Doa Bagi Bangsa” yang diikuti ribuan peserta secara daring dan luring. Ibadah dipimpin oleh Ketua Umum PGPI, Pdt. Jason Joram Balompapueng, yang dalam khotbahnya dari kitab Yakobus 5:15–18 menekankan besarnya kuasa doa. “Doa yang lahir dari iman menyelamatkan, memulihkan, dan membangkitkan pengharapan. Karena itu mari kita saling mendoakan, sebab doa orang benar besar kuasanya,” ujarnya penuh semangat.
Seruan untuk menjaga bangsa juga disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Kristen, Amsal Yowei, yang mewakili Dirjen Bimas Kristen. “Kesejahteraan bangsa ini adalah tanggung jawab kita bersama di hadapan Tuhan,” tegasnya.
Meskipun digelar di lokasi berbeda, kedua acara menyuarakan pesan yang sama tentang pentingnya kerukunan, tanggung jawab moral, dan persatuan dalam menjaga Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman keyakinan merupakan kekuatan untuk bersama-sama merawat bangsa Indonesia.
Humas 05/09/2025
🖥📷🗞 Yafet Sinjal

