PALANGKA RAYA – Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan, Jurusan Musik Gereja dan Peribadatan Kristen, Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, menggelar Kuliah Umum Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan Tahun 2026 dengan tema “Penggalian Seni Tradisi Kalimantan Tengah” di Aula Serba Guna IAKN Palangka Raya, Senin (24/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Dr. Agus Budi Handoko, S.Th., M.Sn. Doa tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan sebelum dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh panitia.
Ketua Panitia, Dr. Kilat Kasanang, S.Pd., M.Th., dalam laporannya menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut diselenggarakan sebagai wadah akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta menggali lebih dalam kekayaan seni tradisi Kalimantan Tengah, khususnya musik tradisional.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari narasumber, sekaligus menjadikan seni tradisi sebagai sumber inspirasi dalam penelitian maupun penciptaan karya seni.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa semakin mengenal dan mencintai seni tradisi Kalimantan Tengah, serta mampu mengembangkan kreativitas dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.
Selanjutnya, Dekan FSKK IAKN Palangka Raya, Dr. Berth Penny Pahan, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan kuliah umum.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya dalam memperkuat suasana akademik di lingkungan FSKK sekaligus mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Menurutnya, penggalian seni tradisi tidak hanya berkaitan dengan upaya mengenal dan melestarikan warisan budaya, tetapi juga bagaimana mahasiswa sebagai generasi muda mampu mengembangkan seni tersebut secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. “Penggalian seni tradisi bukan hanya tentang bagaimana kita mengenal dan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga bagaimana seni tersebut dapat dikembangkan secara kreatif. Mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi, aransemen musik, serta berbagai bentuk pengemasan karya untuk memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Handika Danuarta, S.Pd., M.Pd., dengan topik “Menggali Musik Tradisi Kalimantan Tengah.”
Dalam pemaparannya, Handika membahas keberadaan musik tradisi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat, khususnya masyarakat Dayak. Musik tradisi tidak hanya dipandang dari aspek bunyi dan bentuk musikalnya, tetapi juga perlu dipahami melalui latar belakang, fungsi, nilai, serta konteks budaya yang melingkupinya.
Ia mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menggali berbagai bentuk musik tradisional yang ada di Kalimantan Tengah sebagai bahan penelitian maupun sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni. Menurutnya, pengembangan musik tradisi dapat dilakukan secara kreatif dengan tetap memperhatikan dan menghargai akar budaya yang menjadi identitasnya.
Pemaparan materi juga dilanjutkan dengan diskusi dan interaksi bersama mahasiswa. Melalui sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman serta bertukar pandangan mengenai potensi pengembangan musik tradisi Kalimantan Tengah di tengah perkembangan musik modern.
Sebagai rangkaian akhir kegiatan, doa penutup dipimpin oleh Wakil Dekan FSKK, Merilyn, M.Th. Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan harapan agar pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, penelitian, maupun penciptaan karya seni yang mengangkat kekayaan budaya Kalimantan Tengah.


