Palangka Raya, 21 Juli 2026 – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang inovatif dan berdampak melalui penyelenggaraan “Konser Musik Klasik dan Edukatif” di Gedung Serbaguna IAKN Palangka Raya, Minggu 19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Yayasan JakArt, sekaligus menjadi bagian nyata implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui seni pertunjukan.
Konser ini menghadirkan dua musisi bereputasi internasional, yakni Prof. Seung Yong Choi dari Korea Selatan, seorang virtuoso biola dan viola yang dikenal dengan pendekatan interpretasi lintas budaya Asia Timur dan Eropa, serta Ary Sutedja, pianis senior Indonesia dan salah satu pendiri Yayasan JakArt. Kolaborasi keduanya menghadirkan sajian musik klasik yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat nilai edukasi dan refleksi artistik.
Sebanyak kurang lebih 150 peserta menghadiri kegiatan ini, yang terdiri dari unsur akademisi, praktisi seni, hingga komunitas budaya di Kota Palangka Raya. Hadir pula perwakilan dari Dewan Kesenian Kota Palangka Raya, Program Studi Pendidikan Sendratasik Universitas Palangka Raya (UPR), Program Studi Pendidikan Seni IAHN Tampung Penyang, sanggar tari, serta lembaga kursus musik lokal. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa konser tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi lintas institusi dan komunitas.
Suasana konser berlangsung khidmat dan penuh apresiasi. Sejak awal pertunjukan, audiens menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap setiap detail permainan musik. Puncak antusiasme terjadi pada sesi edukasi interaktif, di mana para peserta terlibat aktif dalam dialog bersama musisi. Mahasiswa dan pelaku seni memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan tentang teknik bermain, metode latihan, hingga filosofi bermusik secara langsung dari para maestro. Kegiatan ini ditutup dengan standing ovation, menandakan tingginya apresiasi serta keberhasilan penyelenggaraan acara.
Melalui kegiatan ini, IAKN Palangka Raya menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan seni dan budaya yang inklusif serta berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Konser ini memberikan manfaat nyata bagi peserta, khususnya dalam memperluas wawasan estetika musik klasik, meningkatkan kompetensi artistik, serta membuka ruang jejaring profesional di bidang seni.
Kolaborasi dengan Yayasan JakArt—lembaga seni internasional yang memiliki rekam jejak global dan berafiliasi dengan UNESCO—juga memperkuat dimensi diplomasi budaya dalam kegiatan ini. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional bagi sivitas akademika dan masyarakat Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan ASTA Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan kualitas pendidikan keagamaan yang adaptif, pengembangan moderasi beragama melalui pendekatan budaya, serta peningkatan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial. Seni dalam hal ini menjadi media pemersatu yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan harmoni.
Dengan terselenggaranya konser ini, IAKN Palangka Raya tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai motor penggerak ekosistem seni dan budaya di daerah. Ke depan, IAKN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang berdampak luas, memperkuat kolaborasi global, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berkarakter.


